Peningkatan Kandungan Lokal pada Industri Alat Berat

Alat Berat banyak ditemukan di negara Indonesia sebagai salah satu negara penghasil batu bara terbesar di dunia khususnya di daerah Kalimantan dan sekitarnya. Banyak produsen alat berat dari luar negeri membuat pabrik di Indonesia, salah satunya berasal dari Jepang. Salah satu perusahaan alat berat yang berasal dari Jepang tersebut mengakuisisi salah satu perusahaan alat berat dari Jerman, akhirnya terdapat dua standar di perusahaan tersebut, yaitu standar Jepang dan Jerman. Pada unit alat berat yang berasal dari Jerman Komponen pendukung dari alat berat tersebut hampir seluruhnya didatangkan dari luar negeri (import), Melihat fenomena ini kami berusaha membuat komponen pendukung industri tersebut dengan cara melokalisasi komponen pendukung industri alat berat.

Ada banyak negara produsen alat berat, antara lain Jepang, Korea, China, Amerika serikat, Jerman dan Negara lainnya. Masing-masing Negara memiliki standar tersendiri dalam industri alat berat. Berdasarkan fakta yang ada, saat ini belum ada salah satupun sub contractor atau vendor kami yang mampu membuat komponen pendukung yang menggunakan material dan standard Jerman (DIN), karena material yang digunakan tidak ada di negara kita dan banyak yang belum familiar dengan menggunakan standar tersebut, berdasarkan ilmu dan pengetahuan dan pengalaman yang saya miliki, saya optimis bisa melokalisasi komponen tersebut.

Pesaing kami adalah sub contractor atau vendor asing, dengan menggunakan sumber daya yang ada di dalam negeri seperti material, tenaga kerja dan lain-lain sehingga kami bisa menawarkan harga yang lebih kompetitif.
Selain itu, dengan merubah supply chain komponen pendukung yang biasanya komponen pendukung tersebut didatangkan dari luar negri (import) akan mengurangi resiko keterlambatan saat pengiriman komponen tersebut, selain itu respon yang kami berikan juga akan lebih cepat jika suatu saat terjadi claim atau trouble. Hal ini kami lakukan demi kepuasaan pelanggan.

Produk yang kami buat menggunakan standard Jerman (DIN), dalam industri komponen alat berat belum banyak orang yang terbiasa atau familiar dengan standar ini sehingga perlu usaha yang cukup keras dalam meyediakan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, dari mulai lini persiapan, produksi sampai tahapan inspeksi.
Hal ini bisa diantisipasi dengan melakukan training di dalam kelas (teori) maupun praktek langsung dan evaluasi hasi training untuk menilai tingkat pemahaman terhadap standar Jerman (DIN).

Jika membutuhkan informasi yang lebih detil silahkan hubungi kami.

One Response to Peningkatan Kandungan Lokal pada Industri Alat Berat

  1. agung says:

    Hallo perkenalkan saya agung dan tinggal dibandung, saya memiliki workshop machining dan fabrikasi. Dan untuk standart din saya sangat familiar. Jika anda berkenan bolehkah saya meminta ordernya, pastinya jika berhasil akan menambah lokal contain part ya pak.

    Best regard,

    Agung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *