Pemeliharaan Boiler

Pemeliharaan Boiler

Pemeliharaan Boiler Pemeliharaan Boiler adalah suatu kegiatan untuk memelihara atau menjaga boiler dan melakukan perbaikan atau penggantian peralatan yang diperlukan agar Boiler bisa dioperasikan sesuai dengan yang direncanakan. Adapun yang menjadi tujuan More »

Our Client

Our Client

Berikut adalah perusahaan rekanan kami : 1. PT. Bayu Buana Gemilang – Surabaya 2. PT. Cameron International Service – Cikarang 3. PT. Rajawali  Dewanata – Bali 4. PT. Mikgro Metal Perdana – Sulawesi More »

Alat Pelindung Diri (APD)

Alat Pelindung Diri (APD)

Alat Pelindung Diri (APD) merupakan alat yang sangat penting untuk menunjang Kesehatan dan Keselamatan Kerja bagi pekerja terutama untuk yang bekerja di bagian lapangan atau pabrik. Biasanya kalau berbicara tentang APD, hal More »

Proses Gouging dengan Carbon Arc Gouing

Proses Gouging dengan Carbon Arc Gouing

Pengertian Proses Gouging Mekanisme proses carbon arc gouging adalah sebagai berikut, busur listrik dihasilkan antara ujung carbon gouging dengan benda kerja (metal) , sehingga benda kerja mencair dan pada saat yang sama udara More »

Welding Procedure Specification (WPS) Design

Welding Procedure Specification (WPS) Design

Welding Procedure Specification (WPS) Design 1. PENDAHULUAN. Welding Procedure Specification (WPS) Design adalah suatu perencanaan untuk pelaksanaan pengelasan yang meliputi cara pembuatan konstruksi pengelasan yang sesuai dengan rencana dan spesifikasinya dengan menentukan More »

Project : Menurunkan biaya pada industri pengelasan

Project : Menurunkan biaya pada industri pengelasan

Proses pengelasan GMAW (Gas Metal Arc Welding) secara produktivitas lebih tinggi di banding dengan pengelasan SMAW (Solid Metal Arc Welding), karena pada proses GMAW elektroda atau welding wire di umpan secara otomatis More »

Peningkatan Kandungan Lokal pada Industri Alat Berat

Peningkatan Kandungan Lokal pada Industri Alat Berat

Alat Berat banyak ditemukan di negara Indonesia sebagai salah satu negara penghasil batu bara terbesar di dunia khususnya di daerah Kalimantan dan sekitarnya. Banyak produsen alat berat dari luar negeri membuat pabrik More »

MKT – 001 Anti Spatter

MKT – 001 Anti Spatter

MKT – 001 Anti Spatter adalah cairan yang berfungsi untuk menghilangkan spatter yang menempel pada permukaan bidang yang di las. Spatter adalah partikel logam yang dihasilkan selama proses pengelasan, spatter terbentuk untuk More »

 

Category Archives: Project

SERTIFIKASI WELDER

SERTIFIKASI WELDER

Sertifikasi welder sangat dibutuhkan pada Industri Migas (minyak dan gas) serta panas bumi. Industri ini merupakan kegiatan yang sangat kompleks yaitu kegiatan padat modal, padat teknologi dan sangat berisiko tinggi. Untuk menangani jenis pekerjaan ini sangat diperlukan sumber daya manusia tenaga yang mempunyai kompetensi dengan standar minimal sesuai yang telah ditetapkan.

Seorang pekerja di bidang pengelasan, untuk dapat mencapai tingkat jabatan sesuai dengan yang telah ditetapkan pada Standar Nasional Indonesia Kompetensi Tenaga Juru Las (Welder), dapat diperoleh dengan melalui jalur pengalaman keria, namun diperlukan waktu yang cukup lama. Untuk mempercepat waktu ini bisa ditempuh cara lain ialah memakai jalur pendidikan dan pelatihan. Kebutuhan akan personel pemegang jabatan tenaga Juru Las (Welder) yang mempunyai Kompetensi Kerja Standar di industri minyak dan gas bumi makin dirasakan karena sifat industri migas yang padat teknologi dan padat modal, sehingga pemegang jabatan tenaga Juru Las (Welder) yang mempunyai resiko kecelakaan tinggi haruslah memenuhi syarat. Kompetensi personel ini merupakan persyaratan minimal yang harus dipenuhi oleh pemegang jabatan tenaga Juru Las (Welder) di bidang industri minyak dan gas bumi.

1. JURU LAS / WELDER
Tenaga kerja yang memiliki keahlian dan ketrampilan khusus pengelasan (welder) untuk ditempatkan pada jabatan tenaga teknik khusus sesuai dengan bidang keahliannya atau bidang ketrampilannya sebagai juru las.

2. KUALIFIKASI JURU LAS                                                                                                                                        Pada pekerjaan pengelasan ada berakea ragam, tiap jenis pekerjaan las dilakukan oleh juru las sesuai dengan jenis pekerjaan las yang tercantum pada masing-masing sertifikat juru las. Juru las (welder) digolongkan atas : a. Juru Las Kelas I (satu) b. Juru Las Kelas II (dua) c. Juru Las Kelas III (tiga)

3. MATERI UJIAN PRAKTEK

  1. Untuk Juru Las Kelas I (satu) harus lulus melakukan percobaan las, 1G, 2G, 3G, 4G, 5G dan 6G. (4 Pipa + 4 pelat)
  2. Untuk Juru Las Kelas II (dua) harus lulus melakukan percobaan las, 1G, 2G, 3G dan 4G. (2 pipa + 4 pelat)
  3. Untuk Juru Las Kelas III (tiga) harus lulus melakukan percobaan las 1G dan 2G (1 (pipa + 1 pelat)

4. URAIAN PEKERJAAN
4.1. Juru Las Kelas I (satu) melakukan pekerjaan pengelasan pada sambungan-sambungan pada bagian-bagian yang mengalami tekanan (over druk-over druk) misalnya badan silindris, front, dinding pipa-pipa sebagai penguat, penguat-penguat dinding, plendes sambungan-sambungan pipa dan pipa-pipa bertekanan.

4.2. Juru Las Kelas II (dua) melakukan pekerjaan pengelasan pada tangan, penyangga, isolasi, bagian dari dapur pengapian ketel uap.

4.3. Juru Las Kelas III (tiga) melakukan pekerjaan-pekerjaan las yang tidak menderita tekanan alat-alat bagian luar.

5. PERSYARATAN PESERTA

– Minimal berijazah SLTP/setingkat, memiliki pengalaman kerja 2 tahun                                                                        

– Berijazah SLTA/setingkat, memiliki pengalaman kerja 1 tahun

– Sehat jasmani dan rohani

– Umur sekurang-kurangnya 18 tahun

– Pernah mengikuti dan lulus latihan las dasar atau yang telah memenuhi syarat.

6. Biaya Sertifikasi

Bisa menghubung kami via emai marketing@mandirikaryateknindo.co.id.

 

Project : Menurunkan biaya pada industri pengelasan

Proses pengelasan GMAW (Gas Metal Arc Welding) secara produktivitas lebih tinggi di banding dengan pengelasan SMAW (Solid Metal Arc Welding), karena pada proses GMAW elektroda atau welding wire di umpan secara otomatis walaupun gerakan torch welding dilakukan secara manual, selain itu pada proses SMAW harus selalu mengganti elektroda jika elektroda sudah habis dan juga terak yang terbentuk lebih sulit di hilangkan.

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas pengelasan adalah :

1. Metoda pengelasan.

2. Welding parameter.

3. Welding speed.

Selain hal tersebut di atas ada satu lagi faktor yang sangat berpengaruh yaitu ukuran atau diameter welding wire. Dipasaran banyak dijumpai ukuran diameter 1.2 sampai 1.4 mm untuk proses GMAW. Berdasarkan riset yang telah kami lakukan pada proses fabrikasi komponen suatu alat berat didapat hasil yang cukup signifikan jika kita mengganti ukuran welding wire dari diameter 1.2 menjadi 1.4 mm.

Kami memiliki pengalaman membantu client kami untuk mengurangi biaya proses dengan mengganti welding wire 1.2 mm (kemasan rol, berat 20 kg) menjadi welding wire ukuran 1.4 mm (kemasan pail/drum, berat 400 kg) dari frekwensi penggantian welding wire jenis roll dan juga dari sisa welding wire yang terbuang saat penggantian welding wire jenis roll. Total penurunan biaya yang dihasilkan sekitar 62 dolar dari satu unit mesin las, bayangkan jika dalan satu pabrik memiliki 100 booth atau unit mesin las dengan memakai welding wire diameter 1. 4 mm berapa keuntungan yang akan diperoleh.

Selain itu  client kami mendapat keuntungan lainnya yaitu dari penurunan waktu proses pengelasan sebesar 30%, jika pembuatan suatu komponen membutuhkan waktu 10 jam dengan proses las memakai kawat las diameter 1.2 mm, waktu proses las akan berkurang menjadi 7 jam, hal ini disebabkan oleh semakin besar ukuran welding wire maka parameter pengelasan (Ampere dan Voltage) yang digunakan juga lebih besar yang pada akhirnya akan menaikkan melting rate. Hal ini sangat menguntungkan jika diterapkan bidang usaha yang core bisnisnya adalah fabrikasi dimana proses pengelasan dilakukan secara kontinyu.

Adapun fasilitas yang dibutuhkan untuk merubah :

1. Capping.

2. Spiral tube.

3. Rak (stroller) untuk penempatan welding wire yang di kemas dalam bntuk pail/drum (weight=400kg).

4. Dan lain-lain

Anda tertarik…? Silahkan hubungi kami

No hp 081284864761

email mandiri@karyateknindo.co.id

Peningkatan Kandungan Lokal pada Industri Alat Berat

Alat Berat banyak ditemukan di negara Indonesia sebagai salah satu negara penghasil batu bara terbesar di dunia khususnya di daerah Kalimantan dan sekitarnya. Banyak produsen alat berat dari luar negeri membuat pabrik di Indonesia, salah satunya berasal dari Jepang. Salah satu perusahaan alat berat yang berasal dari Jepang tersebut mengakuisisi salah satu perusahaan alat berat dari Jerman, akhirnya terdapat dua standar di perusahaan tersebut, yaitu standar Jepang dan Jerman. Pada unit alat berat yang berasal dari Jerman Komponen pendukung dari alat berat tersebut hampir seluruhnya didatangkan dari luar negeri (import), Melihat fenomena ini kami berusaha membuat komponen pendukung industri tersebut dengan cara melokalisasi komponen pendukung industri alat berat.

Ada banyak negara produsen alat berat, antara lain Jepang, Korea, China, Amerika serikat, Jerman dan Negara lainnya. Masing-masing Negara memiliki standar tersendiri dalam industri alat berat. Berdasarkan fakta yang ada, saat ini belum ada salah satupun sub contractor atau vendor kami yang mampu membuat komponen pendukung yang menggunakan material dan standard Jerman (DIN), karena material yang digunakan tidak ada di negara kita dan banyak yang belum familiar dengan menggunakan standar tersebut, berdasarkan ilmu dan pengetahuan dan pengalaman yang saya miliki, saya optimis bisa melokalisasi komponen tersebut.

Pesaing kami adalah sub contractor atau vendor asing, dengan menggunakan sumber daya yang ada di dalam negeri seperti material, tenaga kerja dan lain-lain sehingga kami bisa menawarkan harga yang lebih kompetitif.
Selain itu, dengan merubah supply chain komponen pendukung yang biasanya komponen pendukung tersebut didatangkan dari luar negri (import) akan mengurangi resiko keterlambatan saat pengiriman komponen tersebut, selain itu respon yang kami berikan juga akan lebih cepat jika suatu saat terjadi claim atau trouble. Hal ini kami lakukan demi kepuasaan pelanggan.

Produk yang kami buat menggunakan standard Jerman (DIN), dalam industri komponen alat berat belum banyak orang yang terbiasa atau familiar dengan standar ini sehingga perlu usaha yang cukup keras dalam meyediakan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, dari mulai lini persiapan, produksi sampai tahapan inspeksi.
Hal ini bisa diantisipasi dengan melakukan training di dalam kelas (teori) maupun praktek langsung dan evaluasi hasi training untuk menilai tingkat pemahaman terhadap standar Jerman (DIN).

Jika membutuhkan informasi yang lebih detil silahkan hubungi kami.