Urutan Pembuatan Welding Procedure Spesification (WPS)

Urutan Pembuatan Welding Procedure Specification (WPS)

Berikut adalah urutan pembuatan Welding Procedure Specification (WPS)

01. Dari drawing konstruki (AFC) perhatikan : Jenis material, Diameter dan thickness material
02. Periksa code standard yang akan digunakan ( ASME Section IX, AWS D1.1, API 1104, DNV FS101, ISO)
03. Rancang terlebih dahulu pWPS nya
04. Lakukan welding sesuai pWPS
05. Inspeksi visual
06. Lakukan NDT ( MPI (DPI), UT, or RT)
07. Lakukan Mechanical Test sesuai Requirement standard yang digunakan.
08. Kalau semua hasil OK
09. Pindahkan record welding tersebut ke dalam WPS
10. Dapatkan persetujuan approval WPS dari client

Ini hanya urutan secara garis besarnya saja. Perlu pekerjaan detail untuk mendapatkan hasil akhir yang namanya WPS. Contoh detail pekerjaan lain adalah : bagaimana cara mengukur amper, voltage, travel speed, dll.

01. Surat Undangan untuk Penunjukan Inspectur sesuai dengan di rujuk client (Migas, EBTKE, Depnaker atau BKI)
02. Draft pWPS/pPQR yang sudah di tanda tangan oleh Pihak Perusahaan Pembuat, Client dan Welding Engineer.
03. FC. Sertificate Welding Engineer (IIW)
04. Pelaksanaan Kualifikasi yang tertera didalam Surat Undangan Penunjukan Inspectur sesuai yang di rujuk oleh client (Migas, EBTKE, Depnaker atau BKI).

05. Approval dokumen WPS sesuai dengan yang di rujuk oleh (Migas, EBTKE, Depnaker atau BKI).

Namun ada hal yang harus diperhatikan sebelum pembuatan WPS, yaitu pihak client harus memiliki SKT, sesuai bidang diproduk yang akan di buat, adapuan SKT tersebut antara lain :

  1. SKT EBTKE
  2. SKT MIGAS
  3. SKT MINERBA

Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan kirim email ke marketing @mandirikaryateknindo.co.id

Demikianlah urutan pembuatan Welding procedure specification (WPS).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *